Home About Us

Apa itu Conductivity dan Resistivity ?




Water Level dan Conductivity Logger


Sangatlah penting bagi kita untuk memantau kadar conductivity di laut. Pemantauan kami lakukan dengan menggunakan sistem perekam data atau data logger dan sistem pemantau jarak jauh atau biasa kita sebut dengan remote monitoring system. Sebelum kita memasuki teknologinya, ada baiknya kita mengerti dahulu, apa itu conductivity?

Conductivity adalah mengukur kemampuan air untuk melewatkan aliran listrik. Kemampuan ini langsung berhubungan ke konsentrasi ion di air. Ion Conductivity berasal dari garam yang terlarut dan material anorganik seperti alkali, klorida, sulfida, dan campuran karbonat.

Campuran yang terlarut kedalam ion juga disebut dengan elektrolit. Makin banyak ion yang muncul, makin tinggi conductivity dari air. Seperti juga makin sedikit ion, makin sedikit tingkat conductivity nya. Distilasi atau deionisasi air bisa berperan sebagai insulator (pelindung) karena
sangat rendahnya nilai conductivitynya. Dilain hal, air laut, mempunyai nilai conductivity yang sangat tinggi. Ion mengandung konduktivity listrik karena kandungan ion positif dan negatif.


Larutan Garam di air untuk memproduksi anion dan kation. Ion ini membuat konduktivitas di air.

Saat Elektrolit terlarut di air, mereka akan berpisah kedalam partikel ion positif (kation) dan dan negatif (anion). Saat bahan yang terlarut berpisah di air, maka konsentrasi masing-masing anion dan kation tetap sama. Artinya meskipun conductivity air meningkat dengan ion tambahan, itu bisa dikatakan netral secara elektrikal.

Satuan Conductivity
Conductivity biasanya diukur kedalam micro atau millisiemens per centimeter (uS/cm or mS/cm). Itu bisa juga dilaporkan dalam satuan microohms atau millimohs/centimeter (umhos/cm or mmhos/cm), meskipun satuan unit ini kurang terdengar. 1 siemens = 1 mohs, microsiemens per centimeter adalah standar dari pengukuran tingkat kemurnian air. Laporan dari koduktiviti air laut memakai micro, milli, dan terkadang hanya siemens atau mohs per centimeter, tergantung permintaan dari publikasi.

Konduktansi Spesifik
Konduktansi Spesifik adalah pengukuran konduktivity yang dibuat di atau sekitar range 25° C. Ini adalah metode terstandarisasi dari metode conductivity di suhu 25° C agar data mudah dibandingkan. Conductivity Spesifik biasanya dilaporkan ke dalam format uS/cm di 25° C. Jika
pengukuran dibuat di suhu yang berbeda, maka akan terdapat faktor koreksi apabila kita membandingkan hasilnya.

Konduktansi Spesifik mempunyai range koeffisien suhu tergantung dari suhu yang diukur dan komposisi ion dari air. Koeffisien dari 0.0191-0.02 biasanya dipakai oleh standar konsentrasi KCI. Kalau larutan NaCl harus mempunyai koeffisien temperature di range 0.02-0.0214 


Konduktansi Spesifik di 25 derajat Celcius biasa dipakai untuk standar perbandingan untuk Sumber air yang berbeda jika rasio konduktansi berubah seiring dengan perubahan suhu

Link Terkait - Pemantauan Kualitas Air





Resistivity

Conductivity secara formal didefininisikan sebagai tolak belakang dari resistivity. Resistivity adalah mengukur tahanan di air ketika aliran arus listrik mengalir. Air murni mempunyai nilai resistan 18.2 Mohm*cm. Resistivity berkurang ketika nilai ion bertambah di dalam air.
Cara yang lebih mudah untuk mengingatnya adalah resistivity dan conductivity berlawanan cara kerjanya (resiprokal) atau biasa disebut 1 per unit pengukuran. Untuk penulisan Mho dan Ohm mempunyai ejaan yang berbeda, yang berarti mempunyai cara yang berbeda pula.





signature
Back to top
banner