Home About Us

Hal-hal yang mempengaruhi total suspended solid ( total zat padat tersuspensi)


alat perekam data dan pengukur Sedimentasi Total suspended solid total dissolved solid atau total zat padat tersuspensi

Zat padat yang tersuspensi (suspended solid) didalam air biasanya disebabkan oleh faktor-faktor alam. Faktor alam ini termasuk material seperti alga, dan material anorganik seperti endapan lumpur dan sedimen. Suatu jenis alga, seperti phytoplankton, biasanya selalu ada, terutama dilautan. Material anorganik biasanya sangat mudah untuk tersuspensi, sumber material anorganiknya adalah aliran, erosi dan adanya proses resuspensi dari material yang disebabkan oleh aliran air yang bersifat musiman, seperti musim hujan dan peralihan musim dingin semi.
penyebab turbidity pada air
Turbidity yang disebabkan oleh material organik seperti alga dan material anorganik seperti endapan lumpur dan sedimen
Bagaimanapun,disaat tanah tersuspensi melebihi ambang batas konsentrasi, mereka akan berpengaruh negatif kepada komposisi air. Faktor kelebihan tersebut biasanya dipengaruhi oleh aktifitas manusia, baik yang langsung ataupun tidak langsung. Polusi bisa berkontribusi terhadap jumlah kadar suspended solid (zat padat tersuspensi) material organik dan anorganik didalam air. Alga, sedimen dan polusi akan berdampak pada kualitas air, tergantung dari kuantitasnya yang ada di lingkungan perairan tersebut.

Alga
jenis species alga
Jenis Alga yang berbeda bisa mengambang didalam air atau bisa ditemukan didasar sungai. Seperti rumput laut, kelp, seperti tanaman bawah air lainnya. 
Alga adalah sejenis tanaman, organisme yang berfotosintesis yang bisa hidup di dua jenis air, air tawar dan air asin. Organisme ini mempunyai ukuran yang berbeda-beda, dari mikroskopik phytoplankton sampai kelp (sejenis rumput laut cokelat yang besar) yang berukuran sangat besar. Keduanya, baik yang mikroskopik phytoplankton ataupun yang kelp, mengkonsumsi nutrisi air dan akan meningkatkan jumlah dissolved oxygen (oksigen terlarut) dalam air melalui proses fotosintesis. Ketika mereka mati, bagaimanapun, material organik tersebut akan mengalami proses dekomposisi yang bisa menurunkan kadar dissolved oxygen (oksigen terlarut) ke level dibawah normal.

Rumput laut dan kelp biasanya ditemukan tertanam didasar laut, tetapi phytoplankton dan alga micro lainnya bisa ditemukan dipermukaan laut, melewati lapisan kolom-kolom air (halocline). Dan jenis tertentu, cyanobacteria dan alga biru-hijau mempunyai mekanisme terapung yang membuat mereka tetap berada dipermukaan, menghalangi cahaya matahari kedalam air. Phytoplankton ini berkontribusi terhadap jumlah Konsentrasi Total Suspended Solid (total zat padat tersuspensi), tetapi untuk vegetasi yang berakar ataupun alga-alga yang berada didasar, tidak. Bagaimanapun, jika alga berakar tidak menempel kembali di dasar (biasanya ketika sudah mati atau dicabut paksa), mereka akan menjadi bagian dari pengukuran suspended solid (zat padat tersuspensi).

alga dan rumput laut
Ledakan populasi Alga bisa menutupi permukaan air dan menghalangi cahaya masuk kedalam air.
Contoh yang paling menonjol atas kontribusi alga terhadap turbidity ini ketika booming populasi alga. Ledakan populasi alga ketika, pertumbuhan yang cepat dari alga terjadi dalam jumlah yang banyak dipermukaan air. Peristiwa ini biasanya terjadi akibat meningkatnya nutrient didalam air seperti nitrogen dan phoporus karena adanya aliran air yang melewati tanah agrikultur atau peristiwa dekomposisi, dan juga karena suhu yang menghangat dan penyinaran matahari yang lebih lama juga berkontribusi dalam hal ini. Ledakan populasi alga bisa menghalangi cahaya matahari, melepas toxin dan mengurangi kadar dissolved oxygen (oksigen terlarut) di kolom-kolom air. Ketika suatu jenis alga tumbuh karena peristiwa alami (biasanya musiman), pertumbuhan besar (excessive) juga biasanya karena polusi. Monitoring turbidity (tingkat kekeruhan) bisa sebagai indikator apakah karena peristiwa alami ataukah karena polusi, termasuk diantaranya akibat aliran air yang melewati tanah-tanah pertanian (yang tanahnya mengandung pestisida) kimiawi.

Sedimentasi karena aliran dan erosi

Sedimen terdiri dari material padat apapun yang bisa dibawa oleh air, angin atau es. Ini biasanya berupa deposit partikel tanah (termasuk endapan lumpur, tanah liat dan pasir) yang mengendap didasar air. Partikel-partikel ini biasanya dikelompokan berdasarkan ukurannya, dari yang paling kecil (tanah liat berdiameter kurang dari 1.95/1000 mm) ke yang paling besar (pasir kasar dengan ukuran 1.5 mm). Lumpur berada pada range 4.9/1000mm sampai 4.7/100mm.
partikel sedimen pasir tanah liat dan kerikil
Partikel sedimen bisa seperti lumpur atau tanah liat, pasir bahkan kerikil
Di area dengan aliran yang besar, batu bisa dikategorikan sebagai sedimen dari deposit di air. Bagaimanapun tidak semua sedimen itu bersifat suspended. Jumlah dan ukuran dari sedimen dan aliran air. Makin cepat aliran air, makin besar partikel yang bisa tersuspensi. Lebih besar level alirannya bisa mendukung konsentrasi dari suspended solid (zat padat tersuspensi). Partikel dengan ukuran lebih besar dari 0.5 mm biasanya akan diam diposisinya ketika aliran airnya turun. Kebanyakan sedimen tersuspensi yang tetap diam tersebut (zat padat koloid) terdiri dari pasir, endapan lumpur dan tanah liat. Mayoritas sedimen tersuspensi yang ada di air berasal dari aliran tanah ke air dan erosi dipinggir aliran sungai. Jika tanah yang dikelilingi air tersebut jarang ada vegetasi, lapisan atas tanah tersebut bisa dengan mudah terkikis oleh air. Makin besar jumlah vegetasi di suatu area akan menyerap mayoritas aliran tersebut, menjaga air tersebut tetap bening dan jernih.
aliran air yang membawa mineral kedalam air
Aliran air mengakibatkan erosi, menyapu tanah dan partikel lain kedalam air
Ketika terkumpulnya partikel tersuspensi dari aliran, sungai, bisa memperlambat erosi di pinggiran sungai. Meningkatnya volume sungai dan aliran (karena hujan dan penyebab lainnya) bisa meningkatkan rater dari erosi. Di sisi lain, aliran yang mempunyai bebatuan karang, tidak mempunyai sedimen yang ada untuk tersuspensi. Geologi area lokal ditentukan oleh level kekeruhan (turbidity) dari tingkat alirannya, tipe tanah, struktur tanah dan juga vegetasi. Jika disekitar tanah terdapat kegiatan agrikultur, konstruksi dan gangguan tanah lainnya, hal ini bisa mempercepat akselerasi dari erosi, karena memperbesar peluang adanya limpahan aliran air dari atas tanah dan membawa sejumlah besar mineral tersuspensi ke dalam aliran air. Juga hal ini meningkatkan level turbidity (kekeruhan).

Polusi
Polusi sampah pembuangan
Range polusi dari sampah yang lebih besar ke flek mikroplastik, metal ataupun partikel aspal dan pewarna kimia
Jenis zat apapun yang berpotensi membahayakan lingkungan karena aktivitas manusia, baik yang langsung maupun yang tidak, dikategorikan sebagai polusi. Ini bisa bervariasi dari bakteri yang keluar bersama jalur pembuangan pabrik, batu bara, partikel iron ore yang mengambang di di zona pertambangan. Jika polusi ini lebih besar dari 2 micron, mereka akan berkontribusi terhadap jumlah Konsentrasi Total Suspended Solid (total zat padat tersuspensi). Satu jenis suspended solid tertentu yang biasa terdapat di pollutan adalah patogen (bakteri, protozoa, helminths), microbeads, zat-zat wastewater, pembuangan limbah lokal, dan partikel-partikel jalanan. Pembuangan limbah berwarna dan pewarna termasuk golongan polutan tetapi bukan termasuk zat padat tersuspensi (suspended solid).

Nutrient seperti nitrate dan phosporus biasanya tergolong pollutant, tetapi mereka zat yang bisa terlarut (dissolved substance), mereka tidak berkontribusi langsung terhadap konsentrasi zat padat tersuspensi (suspended solid). Tetap mereka merupakan kontributor tidak langsung, yaitu mereka merupakan faktor utama dari Alga Bloom (ledakan populasi alga), yang berefek kepada TSS (Total Suspended Solid) dan Turbidity.

Mereka melarutkan nutrient, bersama metal terlarut, zat kimia, dan organik, dan akna berimbas kepada kualitas air. Nitrat dan phosporus dapat mengakibatkan eutrophication (pertumbuhan cepat tanaman dan alga) yang mengakibatkan rendahnya kadar dissolved oxygen karena proses respirasi tanaman dan proses dekomposisi microba. Perubahan dekomposisi organik biasany bersifat karsinogenik, sementara metal berat dan bahan kimia lainnya bisa menjadi toxic terhadap organisme aquatic.

Sementara kontaminan ini masuk ke dalam air sebagai zat terlarut, banyak dari mereka terbawa bersama tanah dan polusi dengan ukuran yang lebih besar lainnya (partikel aspal, flek dari cat). Ketika hal ini terjadi, mereka adalah contoh dari sedimen tersuspensi (suspended sediment). Pewarna kimia akan mempengaruhi pembacaan turbidity, karena molekul warna akan menghalangi dan menyerap cahaya yang masuk ke dalam air, tetapi mereka tidak termasuk pengukuran suspended solid (zat padat tersuspensi)

Kami menyadari pentingnya pemantauan komponen-komponen sedimentasi dengan efeknya kepada turbidity pada air, sehingga sangat mempengatuhi kehisupan biota perairan. Untuk itu kami, Mealabs Indonesia, Menawarkan alat Pemantau Sedimentasi dan Tingkat Turbidity sekaligus, baik yang Data Logger maupun yang Remote Monitoring.

Demi kepresisian penelitian dan lebih baiknya kehidupan organisme perairan yang mana akan mempengaruhi kehidupan manusia secara tidak langsung

signature
Back to top
banner