Home About Us

Tipikal dan range level dari Conductivity serta Salinity



Conductivity and pH Meter yang berkualitas baik dan bagus

Sumber air tawar mempunyai conductivity yang rendah dan air laut mempunyai conductivity yang tinggi, tidak ada set pasti tentang standar conductivity di air. Malahan, organisasi tertentu dan daerah melakukan set limit untuk total dissolved solid dari air. Ini karena conductivity dan salinity bisa berbeda bukan hanya diantara lautan dan air tawar, tapi bisa diantara kedua aliran yang tidak jauh jaraknya. Jika dikelilingi oleh karakter geology yang cukup berbeda, atau salah satu dari sumber air terpisah alirannya, nilai conductivity dari aliran yang dekat bisa berbeda antara satu dengan yang lainnya.


Meskipun ketiadaan standar baku dan panduan tentang efek dari sekeliling lingkungan terhadap conductivity, terdapat kurang lebih nilai yang bisa di perkirakan berdasarkan sumbernya
Tabel pembagian level Conductivity pada air
Chart Standar Klasifikasi Conductivity berdasarkan Sumber Airnya beserta besaran nilai Conductivitynya
Air tawar mempunyai range nilai conductivity yang luas yang dikarenakan oleh efek geologinya. Air tawar yang mengalir melewati bebatuan granite akan mempunyai nilai conductivity yang rendah. Tanah liat dan lumpur akan berkontribusi banyak terhadap nilai conductivity yang lebih tinggi di air tawar. Terkadang ada danau air asin (saline lakes)yang terbentuk dikarenakan tidak adanya aliran keluar, Conductivity di danau ini tergantung kepada temperature.

Link Terkait - Pengertian Salinity



Seperti conductivity, perkiraan salinity dari komposisi air hanya bisa di kira-kira. Nilai salinity air laut nilainya bisa bervariasi antara 30 dan 37 PSU. Meskipun berbeda di salinity, ion komposisi dari air laut tetap sama di semua laut. Permukaan laut, salinitynya tergantung dari air hujan. Di area sekitar equator dan pantai dimana curah hujan tinggi, salinity permukaan lebih rendah dari rata-rata. Perbedaan nilai Salinity ini berkontribusi terhadap sirkulasi lautan dan siklus iklim global.
Chart dibawah memperlihatkan perkiraan nilai salinity dalam ppt (part per thousand)

Tabel pembagian Range nilai Salinity pada air
Range Nilai Salinity di tiap-tiap sumber air yang berbeda


Sekali kita melakukan observasi dan datanya kita masukan ke history tentang nilai pengukuran conductivity disuatu daerah, ini akan lebih mudah melihat range yang berada di komposisi air, karena data tersebut bisa kita jadikan pembanding. Range ini bisa dipakai sebagai baseline untuk mengevaluasi pengukuran yang sudah diperkirakan nilainya (dan yang tidak diperkirakan nilainya).

Deionisasi Air

Ini sangat penting untuk dilakukan karena deionisasi air atau ultra-pure water tidak mempunyai ion extra sama sekali, yang bisa dikatakan nilai conductivitynya 0 uS/cm. Nilai conductivity yang sangat kecil dan paling sering diabaikan tetapi memiliki H+ ions and OH- ions sebanyak 10⁻⁷ M (tentang pH – air deionisasi akan mempunyai  neutral pH senilai 7 tanpa kontak atmospheric or air) membuat nilai conductivity yang sangat kecil.
Meskipun mempunyai nilai conductivity yang sangat kecil tetapi air deionisasi mempunyai nilai salinity 0, karena tidak adanya ion sama sekali, hanya ion H+ dan OH-, yang secara netral ada pada air murni. Selama tidak mempunyai kontak dengan udara, (biasanya CO2), air deionisasi (atau air yang hampir murni) karena nilai molarnya sama dengan conductivity H+ and OH-, tidak akan ada ion. Tapi peningkatan conductivity 2-3% per derajat celcius, bisa menjadi kira-kira 5% per derajat celcius.


Link Terkait - Pemantauan Kualitas Air

Konsekuensi dari level yang tidak biasa

Nilai conductivity dan salinity yang tidak biasa, malahan biasanya terindikasi terdapat polusi. Terkadang di satu kasus, seperti hujan atau kekeringan yang berlebih, yang berhubungan dengan kejadian alam. Meskipun hasil yang ada disebabkan oleh manusia atau secara alami, perubahan conductivity, salinity dan TDS bisa berakibat kepada kehidupan aquatik dan kualitas air.
Spesies Aquatik kebanyakan beradaptasi dengan nilai salinity yang spesifik. Nilai salinity yang diluar ambang batas normal bisa mengakibatkan matinya ikan yang merubah konsentrasi dissolved oxygen, osmosis dan keracunan TDS (Total Dissolved Solid)
Disaat nilai conductivity dan salinity meningkat terlalu jauh dari range normal, ini bisa berakibat pada rusaknya kehidupan akuatik didalam air. Oleh sebab inilah, tapi mungkin lebih sulit, spesies bisa beradaptasi untuk hidup di muara, dimana salinity bisa secara konstan berubah. Kehidupan muara bisa mentorelansi perubahan cepat dari level salinity, lebih baik dibandingkan oleh air tawar dan kehidupan kelautan lainnya. Bahkan spesies air payau bisa menderita dengan perubahan salinity yang terlalu ekstrim.




signature
Back to top
banner